Amuchu dibakar hidup-hidup oleh suaminya saat live streaming di medsos hingga tewas (Screengrab: Douyin)
Anton Suhartono

BEIJING, iNews.id - Masih ingat dengan kasus pembunuhan perempuan bernama Ambuchu oleh mantan suaminya saat live streaming di akun berbagi video Douyin atau TikTok versi China? Pelaku dijatuhi hukuman mati dalam sidang pengadilan, Kamis (14/10/2021).

Pembunuhan pada 2020 ini sempat membuat heboh China dan menguatkan kembali desakan publik akan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Amuchu, seorang vlogger Tibet berusia 30 tahun yang juga dikenal dengan nama Lamu di media sosial, disiram bensin lalu dibakar oleh mantan suaminya Tang Lu pada September tahun lalu. Dia meninggal 2 pekan kemudian setelah dirawat di rumah sakit akibat luka bakar parah di sekujur tubuh.

Amuchu menceraikan Tang pada Juni 2020, beberapa bulan sebelum pembunuhan terjadi. Pengadilan Aba, Sichuan, menjatuhkan hukuman mati kepada Tang karena pembunuhan dilakukan secara terencana.

"(Kejahatannya) Sangat kejam dan dampak sosialnya sangat buruk," demikian pernyataan pengadilan, dikutip dari AFP, Jumat (15/10/2021).

Amuchu kerap mengunggah video di Douyin, kontennya berfokus pada kehidupan sehari-hari, mencari makan di pegunungan, memasak, serta bernyanyi sambil mengenakan pakaian tradisional Tibet.

Setelah pembunuhan, puluhan ribu follower menyampaikan belasungkawa di akunnya Amuchu. Sementara itu di Weibo jutaan netizen menuntut keadilan dengan mendengungkan tagar yang kemudian disensor.

Federasi Perempuan Seluruh China, berdasarkan hasil survei 2013, mengungkap sekitar 1 dari 4 perempuan China yang sudah menikah pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Para aktivis mengeluhkan laporan para korban sering tidak ditanggapi serius oleh polisi sehingga terlambat, seperti berujung pembunuhan atau melukai korban secara serius. 


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT