Bangkai Kapal Induk AS yang Ditenggelamkan Jepang saat PD II Ditemukan

Anton Suhartono
Meriam anti-pesawat USS Hornet masih tampak utuh (Foto: RV Petrel)

Foto yang dirilis menunjukkan, meriam anti-pesawat dan persenjataan lain masih tampak utuh menempel di kapal, jauh di laut dalam.

Sementara itu, Doolittle Raid merupakan serangan udara pertama AS terhadap Jepang, termasuk mengincar Tokyo.

Operasi ini dipimpin oleh James Doolittle dari dek USS Hornet pada April 1942. Dari serangan itu, pasukan AS memiliki kesimpulan bahwa daratan Jepang rentan terhadap udara AS.

Kapal ini juga berperan dalam operasi pembalasan atas serangan mendadak di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 dan memberikan dorongan moral yang penting bagi Amerika di perang lainnya.

"Di hari-hari kelam setelah serangan mendadak Jepang atas Pearl Harbor, dia dan Doolittle Raid merupakan senjata Amerika pertama yang memukul balik Jepang, memberikan harapan terhadap negara dan dunia ketika segalanya tampak suram," kata Wakil Kepala Operasi Angkatan Laut, Bill Moran, dalam pernyataan.

Masih di bulan yang sama, USS Hornet merupakan salah satu dari tiga kapal induk AS yang mampu menenggelamkan empat kapal induk Jepang di Midway, sehingga mengubah peta Perang Pasifik.

Namun kapal ini karam dalam Pertempuran Santa Cruz yang ganas pada 26 Oktober 1943. Setelah serangan terkoordinasi tanpa henti oleh pengebom dan pesawat torpedo Jepang. Setelah ditinggalkan para kru, dua kapal perusak Jepang meluncurkan torpedo hingga menenggelamkannya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
51 menit lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.923 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

2 jam lalu

Blak-blakan! Presiden Iran Akui Kesulitan Berkomunikasi dengan Mojtaba Khamenei

2 jam lalu

AS Disebut Nyaris Kehabisan Rudal untuk Perang Melawan Iran, Ini Komentar Trump

4 jam lalu

Heboh Gempa Dahsyat M7,1 Jepang Disebut Buatan Manusia, Mungkinkah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal