Hujan telah mereda di Bangkok sejak Senin (28/9/2026) karena sistem tekanan rendah bergerak menjauh, meski hujan monsun masih berlanjut, terutama di bagian timur Bangkok. Sekitar 329.000 rumah tangga, atau sekitar 700.000 orang, telah terdampak.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan, pihak berwenang memprioritaskan penurunan permukaan air di kanal-kanal utama, termasuk Prawet Burirom dan Lat Phrao, sehingga air di jalan raya dan permukiman penduduk bisa masuk ke saluran drainase.
Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Sai Mai, Suan Luang, Saphan Sung, dan Lak Si termasuk distrik di Bangkok yang terdampak paling parah.
Beberapa ruas Jalan Phetchaburi dibuka kembali, sementara air di Jalan Vibhavadi Rangsit masih tergenang namun sudah bisa dilalui kendaraan.
Pemerintah Kota Bangkok juga mengevakuasi sekitar 1.500 pasien ke rumah sakit kota serta memantau permintaan tolong di media sosial.
Pihak berwenang juga telah meminta bantuan berupa perlengkapan, termasuk makanan siap saji, air minum, kendaraan dengan ground clearence tinggi, perahu karet, dan dapur bergerak.