Bantah Semakin Lemah, Rusia Masih Punya Rudal Berpresisi Tinggi untuk Serang Ukraina

Anton Suhartono
Rusia masih memiliki persediaan rudal berpresisi tinggi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi militer di Ukraina (Foto: Kemhan Rusia)

Dalam kondisi seperti, lanjut Kahl, Presiden Vladimir Putin tak akan membawa Rusia dalam konflik habis-habisan dengan NATO.

Dia menambahkan, setelah konflik dengan Ukraina usai, Rusia akan menjadi negara lemah dan lebih terisolasi. 

“Saya mengira dengan tingkat kepastian tinggi, Rusia akan muncul dari (konflik) Ukraina lebih lemah dibandingkan saat memasuki konflik. Lebih lemah secara militer, lebih lemah secara ekonomi, lebih lemah secara politik dan geopolitik, dan lebih terisolasi,” kata Kahl.

Lebih lanjut dia mengatakan, dokumen strategi pertahanan Pentagon yang akan datang akan mengategorikan Rusia sebagai ancaman akut. Meski demikian Rusia bukan lagi menjadi negara yang bisa memberikan tantangan terhadap sistem jangka panjang AS, berbeda dengan China.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Pesawat Bawa Presiden Ukraina Zelensky Nyaris Kena Tembak Drone Rusia

1 hari lalu

Terungkap! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Hantam Beberapa Jet Tempur AS

1 hari lalu

Peringatan Keras Rusia: Semua Harus Paham Kami Bisa Pakai Senjata Nuklir, Bukan Nakut-nakuti!

1 hari lalu

Lagi, Trump Ancam Hancurkan Gunung 'Nuklir' Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal