Barat Setop Impor Minyak dan Gas, Rusia: Biarkan Saja Mereka Membayar Lebih Mahal

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. (Foto: Reuters)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Barat menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia. Tindakan Barat itu ibarat senjata makan tuan, karena menyebabkan inflasi tinggi dan melonjaknya harga konsumen di seluruh dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
21 jam lalu

Prabowo Dijadwalkan Bertemu Putin di Rusia 3 September, Bahas Apa?

1 hari lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas

1 hari lalu

Kiev Membara! Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 37 Orang

5 hari lalu

Terungkap! AS Minta Ukraina Setop Serang Rusia karena Bos CIA Sedang Berkunjung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal