KUALA LUMPUR, iNews.id - Menjelang kebebasannya, tokoh reformasi Malaysia, Anwar Ibrahim, mengaku tak pernah menyerah meski dijebloskan ke penjara. Anwar menyebut Malaysia menuju era keemasan baru, usai tergulingnya koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa selama lebih dari 60 tahun.
Hal itu dia ungkapkan dalam wawancara dengan media Australia, Fairfax Media. Dia berharap warga Malaysia terus memperjuangkan demokrasi dan keadilan, meski dunia mengalami kemunduran.
"Saya selalu percaya pada kebijaksanaan rakyat dan jika kita berjuang keras, kita akhirnya akan menang. Pada saat demokrasi di seluruh dunia mengalami kemunduran, saya berharap warga Malaysia memberi harapan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk memperjuangkan kebebasan mereka sendiri," kata Anwar, seperti dilaporkan AFP, Rabu (16/5/2018).
Anwar merupakan wakil perdana menteri Malaysia sampai Mahathir memecatnya pada 1998, dan kemudian dipenjara karena tuduhan sodomi dan korupsi. Dia kembali dijebloskan ke penjara lagi pada 2015 saat pemerintahan Najib Razak.
Anwar merupakan ketua de-facto Partai Keadilan Rakyat (PKR). Koalisi Pakatan Harapan yang dibangun bersama partai lain semakin kuat dengan bergabungnya Mahathir Mohamad.
Perjuangan Anwar dan para tokoh koalisi saat itu membuahkan hasil dalam pemilu 9 Mei lalu.
Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir mengalahkan Barisan Nasional yang berisi 13 partai politik.
Kepada Wall Street Journal, Mahathir mengatakan dia mungkin hanya berkuasa selama satu hingga dua tahun, sebelum menyerahkannya kepada Anwar.
Sultan Malaysia setuju memberi pengampunan penuh terhadap Anwar, sehingga dia bisa kembali berpolitik.
Anwar mengatakan, setelah bekerja dengan Mahathir selama bertahun-tahun, dia memahami bekas mentornya itu merupakan orang yang sangat peduli terhadap Malaysia dan rakyatnya.
"Kemitraan baru sangat penting untuk mengatasi sistem korupsi yang sudah mengakar dan berkuasa di Malaysia," kata Anwar, mengacu pada pemerintahan Najib Razak.
Saat berada di penjara, Anwar mengaku mengetahui kemarahan warga Malaysia terhadap Najib semakin meningkat, merujuk pada skandal korupsi miliaran dolar dari dana 1MDB. Namun hal paling berat baginya adalah dampak yang harus dirasakan keluarganya.
"Anak-anak saya masih sangat muda saat masa-masa awal penahanan dan itu meupakan masa yang sulit bagi mereka dan Azizah (istri Anwar). Sungguh menyakitkan melihat anak-anak Anda sendiri berjuang karena keputusan yang Anda ambil. Saat ini (di penjara), anak dari anak-anak saya yang paling saya rindukan," ujarnya.
Anwar juga mengaku tidak kehilangan harapan dan kini bisa kembali menghirup udara bebas.
"Ketika hari-hari dan minggu berlalu, saya tidak pernah kehilangan harapan. Bahkan dari dalam penjara, saya bisa merasakan kemarahan terhadap rezim korupsi yang semakin hari semakin meningkat," ucapnya.
Anwar bebas pada Rabu (16/5/2018). Dia keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheris di Kuala Lumpur dengan disambut para pendukungnya.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Anwar menyapa para pendukungnya dengan melambaikan tangan dan melempar senyum lebar.