Beda Data, Pemerintah Junta Myanmar Sebut Korban Tewas Topan Mocha 145 Orang 

Anton Suhartono
Topan Mocha menerjang Rakhine, Myanmar (Foto: Maxar via Reuters)

Rakhine merupakan rumah bagi ratusan ribu pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian setelah pecah konflik selama puluhan tahun.

Topan memorak-porandakan banyak desa di Rakhine, menumbangkan pohon-pohon, serta memutus komunikasi.

Sebelumnya Aliansi Nasional Rohingya Arakan (ARNA) menyatakan, Ibu Kota Sittwe merupakan daerah terparah yang diterjang Mocha. Topan membawa angin dengan kecepatan 210 km per jam yang menghancurkan rumah serta memicu hujan deras yang menyebabkan banjir.

Data ARNA mengungkap, sebagian besar dari total korban tewas adalah Muslim Rohingya. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena banyak yang masih hilang.

ARNA juga mengungkap lebih dari 10.000 rumah hancur.

Pendiri Koalisi Pembebasan Rohingya Nay San Lwin mengatakan, banyak korban tewas berada di beberapa kamp pengungsian yang diisi Muslim Rohingya. Mereka dikurung di tempat yang juga layak disebut sebagai kamp konsentrasi itu sejak 2012. Tempat itu diterjang banjir hingga ketinggian sekitar 9 meter.

“Di Sittwe, sekitar 130.000 warga Rohingya dikurung di kamp pengungsian, mirip kamp konsentrasi, sejak 2012. Sebagian besar dari mereka belum dievakuasi. Satu kamp, menampung 380 tempat berlindung, benar-benar musnah oleh banjir sekitar 30 kaki (sekitar 9 meter)," kata Nay San Lwin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

1 bulan lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

1 bulan lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal