Beda dengan Trump, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Rudal dan Drone untuk Perang

Anton Suhartono
Hasil penilaian intelijen AS mengungkap, Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone menakutkan meski terus dibombardir (Foto: AP)

Perkiraan intelijen tersebut mungkin mencakup fasilitas peluncur rudal yang saat ini tidak digunakan, seperti terkubur di bawah tanah akibat serangan udara namun belum hancur.

Soal sistem pertahanan udara Iran di Selat Hormuz yang tak terdampak serangan AS-Israel, hal itu tampaknya sejalan dengan strategi untuk tidak memprioritaskan infrastruktur militer pantai dalam kampanye udara, meski beberapa target maritim telah dihantam. 

Rudal-rudal itu merupakan aset penting bagi Iran, yang memungkinkan mereka mengancam pelayaran di Selat Hormuz.

Hasil intelijen terbaru ini menyajikan pandangan lebih akurat tentang sisa kekuatan militer Iran, berbeda dengan klaim kemenangan yang dibuat Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya.

Dalam pidato pada Rabu (1/4/2026), Trump mengatakan kemampuan Iran untuk mengerahkan rudal dan drone telah berkurang secara signifikan. Dia menyebut fasilitas senjata dan sistem peluncuran telah dihancurkan dan sangat sedikit yang tersisa.

Komando Pusat AS (Centom) menyebutkan, pasukan AS telah menyerang lebih dari 12.300 target di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
24 jam lalu

Negara-Negara G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak dan Solar untuk Redam Harga

1 hari lalu

Alasan AS Usir Menlu dan Delegasi Iran

1 hari lalu

Terungkap! Pilot Flydubai Ingin Bajak lalu Tabrakkan Pesawat di Israel

1 hari lalu

Heboh! Suntikan Berkali-kali Gagal Eksekusi Mati Napi di AS, Pejabat Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal