Sejumlah pejabat Timur Tengah dan AS, melaporkan kesepakatan tersebut bertujuan meredakan ketegangan setelah kembali pecah konfrontasi militer. Selain itu, pembukaan Selat Hormuz diharapkan menjadi pintu masuk bagi dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Iran yang sempat terhenti sejak serangan pada awal Juli lalu.
Menurut sumber itu, pengaturan lalu lintas Selat Hormuz antara Iran dan Oman akan berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang apabila kedua pihak mencapai kesepakatan lanjutan.
Di balik layar, proses negosiasi juga melibatkan pejabat dari Qatar, Pakistan, dan Arab Saudi, sementara AS berperan aktif dalam pembahasan.