KUALA LUMPUR, iNews.id - Relawan Malaysia menerapkan cara khusus menangani limbah makanan selama bulan puasa Ramadhan. Mereka mengumpulkan makanan yang tidak terjual dari pedagang lalu mendistribusikannya ke rumah tangga yang berpenghasilan rendah.
Menurut data pemerintah, pada tahun lalu, sekitar 112.000 ton makanan terbuang sia-sia di Malaysia selama Ramadhan. Angka itulah yang coba dikurangi oleh organisasi nirlaba GEMA.
"Dalam tiga minggu pertama bulan puasa, GEMA mengumpulkan 20 ton sisa makanan dari bazar Ramadhan di ibu kota Kuala Lumpur," kata relawan Umi Kelathun Abd Ghani kepada Reuters.
Setelah terkumpul, makanan tersebut ditimbang dan dikemas kembali sebelum dibagikan kepada yang membutuhkan. Hal ini dilakukan oleh relawan organisasi di seluruh negeri.
“Sia-sia jika berkah seperti itu dibuang. Berkat usaha (para relawan), bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk makan,” kata Abawiah Salleh, seorang penerima di Kuala Lumpur.
Menurut angka pemerintah, Malaysia diperkirakan akan mengalami peningkatan sampah sebesar 15 persen selama bulan puasa dan menghasilkan hampir 20 ton sampah makanan setiap hari.