Semua Penasihat diundang namun biasanya tidak semua bisa hadir tepat waktu. Sebagai perbandingan, saat aksesi Ratu Elizabeth II pada 1952, setelah mangkatnya Raja George VI, hanya 191 anggota dewan aksesi yang hadir.
Tugas Dewan Aksesi terbagi menjadi dua:
Bagian I
Lord President mengumumkan kematian Ratu sementara juru tulis dewan, Richard Tilbrook, membacakan naskah Proklamasi Aksesi.
Pada kesempatan itu digelar penandatanganan proklamasi oleh anggota keluarga kerajaan yang hadir, perdana menteri, Uskup Agung Canterbury serta Earl Marshal - Duke of Norfolk, Edward Fitzalan-Howard, bangsawan utama yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan upacara kenegaraan.
Setelah teks Proklamasi ditandatangani, Lord President menyerukan mengheningkan cipta kemudian Dewan Aksesi menyelesaikan tugas lain seperti menyebarkan teks proklamasi serta memberi arahan untuk melakukan tembakan salvo artileri di Hyde Park London dan Menara London.
Setelah itu, teks proklamasi dibacakan dari Galeri Proklamasi, sebuah balkon di atas Friary Court, Istana St James, oleh prajurit senior kerajaan Garter King of Arms, saat ini dijabat David White. Dia ditemani Earl Marshal dan pejabat lainnya mengenakan pakaian tradisional heraldik.