BUKAVU, iNews.id - Sedikitnya 30 orang tewas dalam bentrokan antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berlangsung selama beberapa hari di timur Republik Demokratik Kongo.
Hauts Plateaux merupakan wilayah pertempuran kelompok bersenjata Tutsi Kongon yang berasal dari Rwanda, kelompok bersenjata Banyamulenge dan kelompok bersenjata lainnya.
Pertempuran yang berlangsung selama berhari-hari merenggut puluhan korban jiwa serta menimbulkan suasan mencekam sepanjang pekan.
"Terjadi pertempuran dengan kekerasan sejak Senin (kemarin). Kami sudah menghitung sedikitnya ada 30 jenazah," kata seorang pejabat setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP, Sabtu (24/10/2020).
Jumlah korban tewas simpang siur
Pernyataan berbeda diucapkan pemantau HAM di wilayah Hauts Plateaux bahwa korban jiwa sebanyak 19 orang, dua warga sipil serta 17 anggota kelompok kriminal bersenjata.
Kongo kerap dilanda pertempuran kelompok bersenjata sejak konflik berlanjut pada awal 2019. Laporan otoritas setempat meyebut jumlah korban pada insiden pertempuran terbaru jadi yang terbanyak sejauh ini.
Pertempuran antara kelompok kriminal bersenjata di Hauts Plateaux terjadi saat Presiden Felix Tshisekedi mengumumkan pembicaraan politik dengan anggota parlemen loyalis mantan presiden Joseph Kabila untuk menyelesaikan ketegangan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.