Sejumlah demonstran mengaku frustrasi dengan kondisi ekonomi dan sulitnya memperoleh pekerjaan. Camille Chesnier (27), yang memiliki gelar teknik dan magister, mengatakan dirinya masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.
"Banyak sekali orang yang berada dalam situasi yang sama seperti saya, mereka tidak memiliki keistimewaan dan akhirnya hidup di jalanan atau menempati bangunan kosong secara ilegal. Sejujurnya, situasi ini sangat berat," katanya.
Macron telah bertemu dengan perwakilan siswa sekolah menengah pada Jumat. Para siswa menyebut Macron berjanji memperbaiki sistem penerimaan perguruan tinggi, tetapi mereka ingin aksi berlanjut sampai pemerintah mengumumkan langkah konkret.
Dampak kerusuhan pekan lalu turut memengaruhi aktivitas ekonomi dan pariwisata. Sejumlah pemilik toko memasang papan pelindung di depan tempat usaha mereka, sementara museum besar seperti Louvre, Orsay, Museum Picasso, dan Grand Palais ditutup pada Sabtu ini. Pameran seni Art Basel juga membatalkan rangkaian acara akhir pekan setelah hanya dibuka untuk umum pada Jumat.
Pada pekan sebelumnya, lebih dari 500.000 orang turun ke jalan dan sekitar 3.000 toko di seluruh Prancis dilaporkan rusak atau dijarah.