Sejak saat itu kondisi perekonomian keluarga Razan anjlok. Ayahnya kini memiliki utang yang besar.
"Itu juga yang menyebabkan Razan tak bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Razan hanya mencapai bangku SMA. Namun itu tidak membuat dirinya berhenti belajar," tutur Husein.
Di Gaza, pemerintah setempat menggratiskan pendidikan sejak SD sampai SMA. Namun untuk tingkat kuliah, pemerintah tidak menanggungnya.
"Bayangkan, di Gaza, sebuah wilayah terblokade namun pemerintahnya bisa menggratiskan seluruh sekolah dari tingkat SD sampai SMA," kata Husein.
Kondisi itu tam membuat Razan berhenti untuk mengasah kemampuannya. Sejak lulus SMA, Razan sudah memiliki kecenderungan untuk menjadi aktivis kemanusiaan. Akhirnya dia mengikuti berbagai pelatihan seputar medis, seperti pertolongan pertama dan menangani korban di medan tempur.
"Selama dua tahun, Razan berhasil mendapat beberapa sertifikat dari beberapa pelatihan medis. Namun sebanyak apa pun sertifikat yang didapat memang Gaza ini sudah kompleks kondisinya. Razan tidak bisa mendapat pekerjaan karena memang tidak ada peluang kerja di Gaza," ujarnya.