Blak-blakan, Kanselir Jerman Sebut AS Kalah Strategi dari Iran dalam Negosiasi

Anton Suhartono
Friedrich Merz secara blak-blakan menyebut Amerika Serikat kalah strategi dari Iran dalam negosiasi (Foto: AP)

Perundingan damai AS-Iran putaran pertama di Pakistan pada 11-12 April tak membuahkan hasil. Dua isu penting yang mengganjal adalah program nuklir dan blokade Selat Hormuz.

Pembicaraan lanjutan pun tak jelas kapan akan digelar. Iran menegaskan tak akan mau berunding selama AS memblokade pelabuhan-pelabuhanya di Selat Hormuz.

Merz juga mengakui negara-negara Barat meremehkan kekuatan Iran. Menurut dia, realitas di lapangan menunjukkan Iran jauh lebih kuat daripada perkiraan awal, baik dari sisi ketahanan menghadapi tekanan maupun dalam kemampuan bernegosiasi.

Sebagai informasi, konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar serta korban sipil lebih dari 3.300 orang.

Gencatan senjata kemudian mulai berlaku pada 7 April selama dua minggu, sebelum akhirnya diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump. Perpanjangan itu dilakukan dengan syarat Iran menyerahkan proposal damai terpadu, meski hingga kini perundingan masih belum menunjukkan titik terang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 jam lalu

Trump Sebut Putin Tak Akan Serang Negara NATO: Saya Sudah Bicara Dengannya

13 jam lalu

Banjir Bandang Grand Canyon AS, 2 Orang Tewas Puluhan Masih Hilang

17 jam lalu

Presiden Iran Peringatkan AS: Kami Tak Ingin Perang, tapi...  

1 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal