57 Persen Boikot Menargetkan Peneliti Individu
Selain pemutusan hubungan institusional, akademisi Israel juga menghadapi pengucilan personal.
Laporan mencatat 57 persen kasus boikot berdampak langsung pada individu, mulai dari dikeluarkan dari kelompok riset, hingga ditolak ikut konferensi dan proyek kolaborasi internasional.
Sementara itu 22 persen berupa boikot institusional, 7 persen oleh asosiasi profesi, 14 persen berupa penghentian program internasional seperti pertukaran mahasiswa dan postdoctorate fellowship.
Ini menandakan bahwa boikot telah menyebar ke semua level mulai dari personal, profesional, kelembagaan, dan internasional.
Peringatan Keras: Pendidikan Tinggi Israel Terancam Isolasi Total
Tim pemantau menilai tren boikot ini dapat mendorong pendidikan tinggi Israel menuju isolasi berbahaya. Jika dibiarkan, reputasi global universitas-universitas Israel dapat merosot dalam waktu singkat.
Ketergantungan tinggi pada jaringan riset luar negeri membuat Israel sangat rentan. Tanpa kolaborasi internasional, kualitas riset dan kemampuan inovasi jangka panjang bisa terancam.