Bom di Gereja Renggut 27 Nyawa, Filipina Bersumpah Hancurkan Teroris

Anton Suhartono
Suasana di gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel, Jolo, Filipina (Foto: AFP)

Sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab, namun pihak keamanan mencurigai para pelakunya merupakan kelompok Abu Sayyaf.

"Mereka ingin menunjukkan kekuatan dan menebar kekacauan," kata kepala kepolisian Filipina, Oscar Albayalde, kepada radio DZMM.

Provinsi Sulu merupakan wilayah di Mindanao di mana banyak warganya menolak hasil referendum. Namun belum diketahui apakah insiden ini terkait dengan hasil referendum atau tidak.

Hasil referendum yang diumumkan pada Jumat lalu mengisyaratkan muslim di Mindanao berhak membentuk pemerintahan otonomi baru yang kemungkinan akan diberi nama Bangsamoro. Pemilihan itu menunjukkan hasil meyakinkan dengan 1,7 juta penduduk mendukung dan sekitar 254.600 menolak.

Referendum ini diadakan sebagai hasil kesepakatan damai antara pemerintah dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Pihak berwenang sebelumnya menyatakan harapan bahwa referendum ini menjadi solusi politik untuk mengakhiri konflik selama 40 tahun antara separatis dan tentara Filipina yang telah merenggut 150.000 nyawa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Detik-Detik KRL Tujuan Bogor Mengepulkan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

8 hari lalu

25 Tahun Urus Izin Gereja, Pramono Minta Pembangunan Rumah Ibadah Tak Berlarut-larut

8 hari lalu

Gereja Yordania Ditembaki saat Upacara Pemakaman, 8 Orang Tewas

8 hari lalu

2 Pesawat Tempur Filipina Tabrakan di Udara, 4 Pilot Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal