Bom Mobil Tewaskan 81 Orang di Somalia, Al Shabaab Bertanggung Jawab dan Minta Maaf

Anton Suhartono
Kelompok militan Al Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil di Mogadishu (Foto: AFP)

Di antara korban tewas merupakan 16 mahasiswa Universitas Banadir yang berada dalam bus. Rombongan terjebak macet di persimpangan dan terkena ledakan dari bom mobil.

Al Shabaab biasanya tidak mengklaim serangan yang menyebabkan jatuhnya korban yang banyak dari kalangan sipil. Kelompk ini takut kehilangan dukungan yang masih bisa mereka nikmati dari warga.

Dalam pesannya, Al Shabaab juga menuduh Turki berusaha mengendalikan sumber daya Somalia. Turki merupakan donor dan investor utama Somalia, terutama dalam bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi. Perusahaan-perusahaan Turki mengelola pelabuhan dan bandara Mogadishu.

"Turki merupakan musuh dan seperti yang kami katakan sebelumnya, kami tidak akan berhenti bertempur sampai mereka mundur dari tanah kami," kata Rage.

Sementara itu, data dari kementerian informasi menyebut, korban tewas akibat serangan hingga Senin bertambah menjadi 81 orang. Korban terakhir berjumlah dua orang yang mengalami luka parah.

Salah satunya merupakan korban yang sempat dievakuasi ke Turki menggunakan pesawat militer pada Minggu lalu.

Serangan tersebut merupakan yang terbesar sejak sebuah truk meledak pada 2017 di dekat truk tangki bahan bakar di Mogadishu, menciptakan bola api besar dan menewaskan lebih dari 500 orang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Presiden Somalia Mohamud Peringatkan Israel soal Pengakuan Negara Somaliland

Nasional
6 jam lalu

Menlu Sugiono bakal Terbang ke Turki Temui Erdogan, Bahas Palestina?

Internasional
1 hari lalu

Akui Somaliland Negara Merdeka, Menlu Israel Langsung Berkunjung

Internasional
11 hari lalu

Kelompok Houthi Yaman Tak Segan-Segan Serang Posisi Israel di Somaliland

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal