Militer juga membubarkan semua lembaga atau institusi negara, kecuali parlemen Majelis Nasional.
Lima lembaga yang dibubarkan adalah Mahkamah Konstitusi Tinggi, Komisi Pemilihan Umum Nasional Independen, Senat, Dewan Tinggi untuk Pembelaan Hak Asasi Manusia, dan Mahkamah Agung.
Sebelumnya, Rajoelina membubarkan parlemen setelah beberapa pekan demonstrasi anti-pemerintah pecah. Dia berpandangan langkah ini diperlukan untuk memulihkan ketertiban serta memberi ruang bagi kaum muda. Namun parlemen tidak mengakui pembubaran itu, sebaliknya justru menggulingkannya.
Madagaskar dilanda demonstrasi besar, dimotori oleh Gen Z, sejak 25 September dipicu krisis listrik dan air. Namun tuntutan melebar kepada tuduhan maraknya korupsi serta buruknya layanan publik dan kinerja pemerintah. Massa kemudian mendesak Rajoelina mundur.