Dalam pernyataan, partai menegaskan akan menerima pesan Raja dan menjalankan tradisi kerajaan serta mematuhi peraturan pemilihan. Sudah menjadi tradisi bahwa keluarga kerajaan tak berpolitik. Selain itu hukum pemilu melarang partai menggunakan embel-embel monarki dalam kampanye.
Raja Maha Vajiralongkorn pun menegaskan bahwa pencalonan kakaknya tidak pantas.
Sementara itu Komisi Pemilihan Umum akan menggelar rapat pada Senin (11/2/2019) untuk mempertimbangkan pencalonan perempuan 67 tahun itu. Komisi pemilihan memiliki waktu hingga Jumat (15/2/2019) untuk memutuskan status Ubolratana. Pasalnya, tidak mungkin bagi komisi pemilihan mengabaikan keinginan raja yang tak menghendaki kakaknya berpolitik.
Pencalonan Ubolratana mengejutkan publik karena telah mendobrak tradisi. Apalagi, Ubolratana maju dari partai klan Shinawatra yang terjerat kasus korupsi. Thaksin Shinawatra digulingkan pada 2006 dan tinggal di pengasingan di luar negeri setelah pengadilan menyatakannya bersalah dalam sidang in absentia.
Namun jika pencalonannya mulus, Ubolratana akan bersaing ketat dengan calon petahana Prayut Chan o cha, yang maju dari partai promiliter. Dalam pernyataannya di Twitter, Thaksin menyerukan kepada para pendukung untuk terus mendukung kepada Ubolratana.
Pemilu pada 24 Maret merupakan yang pertama sejak kudeta militer pada 2014, menjatuhkan pemerintahan pro-Thaksin.