SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel), Minggu (6/12/2020), kembali memperketat aturan jarak sosial di Seoul serta wilayah lainnya menyusul lonjakan harian kasus infeksi.
Berdasarkan aturan terbaru yang diperketat, pertemuan 50 orang atau lebih dilarang. Kegiatan keagamaan dan sekolah juga dibatasi jumlah kehadirannya.
Sementara itu pengetatan untuk kegiatan bisnis lain, seperti pusat kebugaran, bar, dan karaoke akan menyusul berikutnya. Aturan ini berlaku setidaknya selama 3 pekan atau sampai akhir Desember.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KDCA) pada Sabtu (5/12/2020) malam mengonfirmasi tambahan 631 kasus infeksi baru, rekor tertinggi sejak 9 bulan terakhir. Dengan demikian, jumlah total kasus infeksi di Korsel mencapai 37.546 orang, sebanyak 545 di antaranya meninggal dunia.
Gelombang baru infeksi juga membawa jumlah kasus aktif di Korsel ke rekor tertinggi yakni 7.873 orang, memicu kekhawatiran soal ketersediaan jumlah tempat tidur di rumah sakit.
Kasus-kasus baru umumnya terjadi di Seoul dan sekitarnya. Otoritas wilayah mulai menerapkan jam malam di Seoul yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar tempat usaha dan toko hanya dibolehkan beroperasi sampai pukul 21.00. Perjalanan transportasi umum juga dikurangi 30 persen pada malam hari.