SEOUL, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Korea Selatan mengatakan kematian seorang pemuda berusia 17 tahun tidak ada kaitannya dengan vaksinasi flu yang dia terima sebelumnya.
Pemuda itu merupakan salah satu dari 32 orang yang meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin flu yang masuk dalam program pengendalian penyakit pemerintah Korea Selatan.
Pejabat kesehatan Korsel mengatakan kematian pemuda itu bukan disebabkan vaksin flu yang dikelola oleh negara. Sejauh ini, sekitar 13 juta orang telah divaksinasi.
Korsel berharap dengan program vaksinasi mereka dapat mencegah wabah flu massal saat negara itu juga tengah memerangi Covid-19.
"Pemuda 17 tahun termasuk yang pertama dilaporkan meninggal setelah menerima vaksin. Badan forensik negara itu tidak menemukan bukti bahwa vaksinasi flu menyebabkan kematian," kata pejabat Kemenkes Korsel dikutip dari BBC, Jumat (23/10/2020).
Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang meninggal, menyerukan penyelidikan menyeluruh atas penyebab pasti kematian.
Namun dia menegaskan kembali bahwa vaksin itu tidak mungkin menjadi penyebab kematian.
"Sejauh ini, para ahli mengatakan kemungkinan kecil penyuntikan vaksin dan kematian saling terkait, tetapi banyak warga tetap cemas," ujar Chung.
Vaksinasi disarankan terus dilanjutkan