China dan Prancis Luncurkan Satelit untuk Pelajari Perubahan Iklim

Nathania Riris Michico
China dan Prancis meluncurkan satelit untuk memprediksi badai siklon serta perubahan iklim. (Foto: doc. NASASPACEFLIGHT)

BEIJING, iNews.id - Satelit Franco-China pertama diluncurkan ke orbit untuk mempelajari angin dan gelombang lautan pada Senin (29/10/2018). Satelit itu akan memprediksi badai siklon dan meningkatkan pemahaman para ilmuwan tentang perubahan iklim.

Administrasi Sains, Teknologi dan Industri Pertahanan Nasional Negara China melaporkan, sebuah roket panjang Long March 2C diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi China pukul 00.43 GMT untuk memasuki orbit 520 kilometer di atas Bumi.

Dilaporkan AFP, mesin sebesar 650 kilogram itu merupakan satelit pertama yang dibangun bersama oleh China dan Prancis dan akan memungkinkan para ilmuwan iklim untuk lebih memahami interaksi antara lautan dan atmosfer.

Satelit itu dilengkapi dengan dua radar, yakni SWIM buatan Prancis, yang akan mengukur arah dan panjang gelombang; serta SCAT dari China, yang akan menganalisis kekuatan dan arah angin.

Data dari satelit itu akan dikumpulkan dan dianalisis di kedua negara.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330

57 tahun lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia

57 tahun lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal