China Ejek AS setelah Kecualikan Smartphone dari Tarif 145%: Mereka Koreksi Kesalahan!

Anton Suhartono
Kementerian Perdagangan China mengevaluasi dampak pengecualian tarif masuk untuk produk elektronik negaranya oleh AS (Foto: AP)

BEIJING, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecualikan produk elektronik dari China dalam daftar tarif masuk 145 persen. Produk yang dimaksud termatuk smartphone, laptop, desktop, serta beberapa barang lainnya.

Otoritas bea cukai dan perbatasan AS CBP mencantumkan 20 kategori produk, termasuk Kode 8471 mencakup semua komputer, disk drive, hingga perangkat pemrosesan data otomatis. Kode tersebut juga mencakup perangkat semikonduktor, chip memori, dan layar datar.

Kementerian Perdagangan China mengomentari kebijakan yang dibuat pada Jumat (11/4/2025) yakni sedang mengevaluasi dampak pengecualian tersebut. Disebutkan, pengecualian itu sebagai langkah kecil yang dilakukan AS untuk mengoreksi kesalahan mereka dalam menerapkan tarif resiprokal terhadap China.

"Lonceng di leher harimau hanya bisa dilepaskan oleh orang yang mengikatnya," bunyi peernyataan kementerian, seraya mendesak AS untuk mengambil langkah lebih besar lagi untuk mengoreksi kesalahannya dengan mencabut tarif resiprokal sepenuhnya.

Trump menengenakan tarif masuk untuk produk China sebesar 145 persen setelah serangkaian aksi saling balas. Sementara China menerapkan tarif 125 persen untuk produk dari AS seraya berjanji tak akan menambahkannya lagi.

Sementara itu dalam pernyataannya terbarunya, Trump menegaskan pengecualian tarif untuk produk elektronik China hanya berlaku sementara. Dia juga memerintahkan penyelidikan terhadap keamanan nasional perdagangan di sektor semikonduktor.

Menurut Trump, pemerintahannaya sedang mempersiapkan aturan baru khusus untuk barang elektronik yakni akan pindah ke kelompok tarif berbeda.

"Kami akan mencermati semikonduktor dan seluruh rantai pasok elektronik dalam Penyelidikan Tarif Keamanan Nasional yang akan datang," ujarnya, di media sosial, seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/4/2025).

Hal senada disampaikan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick yang mengatakan produk teknologi penting dari China akan dikenakan tarif baru yang terpisah, bersama dengan semikonduktor.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Petisi Ahli Kecam AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro: Langgar Hukum Internasional!

Internasional
6 jam lalu

Trump Klaim AS Berhubungan Baik dengan Pemerintahan Sementara Venezuela

Nasional
20 jam lalu

Purbaya Heran AS Bisa Serang Venezuela: PBB-nya Lemah Sekarang

Keuangan
21 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke Rp16.740 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal