China Setop Umumkan Data Harian Covid-19 Mulai Hari Ini, Kenapa?

Ahmad Islamy Jamil
Warga di China menjalani tes PCR untuk melacak persebaran Covid-19, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA)

Perusahaan data kesehatan yang berbasis di Inggris, Airfinity, pada pekan lalu memperkirakan bahwa China mengalami lebih dari satu juta infeksi dan 5.000 kematian akibat Covid setiap hari.

Setelah lonjakan kasus Covid di negeri tirai bambu memecahkan rekor hariannya pada akhir November lalu, NHC bulan ini berhenti melaporkan kasus infeksi tanpa gejala, sehingga mempersulit pelacakan kasus.

Sementara Amerika Serikat saat ini juga lebih jarang melaporkan kasus Covid. Negara itu mengubah periodisasi pembaruan datanya dari yang tadinya bersifat harian menjadi mingguan. Pemerintah AS berdalih, hal itu untuk bertujuan untuk mengurangi beban pelaporan di tiap-tiap daerah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lagi menerima data dari China tentang kasus baru rawat inap Covid sejak Beijing melonggarkan pembatasannya. Organisasi itu mengatakan kesenjangan data mungkin disebabkan oleh kewalahannya pihak berwenang yang menghitung kasus di negara terpadat di dunia itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
18 jam lalu

Balas Trump, Giliran Iran Klaim California Wilayah Negaranya

20 jam lalu

Trump Semprot Presiden Korsel Lee karena Tak Mau Bantu AS Perang Lawan Iran

20 jam lalu

Iran Ancam Negara-Negara Arab yang Bantu AS Serang Negaranya

24 jam lalu

Bareskrim Bongkar Perdagangan Orang Modus Nikah dengan WN China, Tangkap 2 Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal