Sementara itu, upaya Beijing dalam menangani konflik Gaza turut berfokus pada persatuan faksi-faksi Palestina. Pada 2024, China mendorong sejumlah faksi Palestina yang bersaing untuk menyepakati pembentukan pemerintahan rekonsiliasi nasional sementara bagi Tepi Barat dan Gaza setelah perang berakhir. Namun, kesepakatan tersebut pada akhirnya tidak diimplementasikan.
Dalam perkembangan terbaru, Wang menekankan prioritas mendesak saat ini adalah membuka akses penuh ke Gaza dan menghentikan bencana kemanusiaan yang terus berlangsung.
Dia menyatakan China bersedia bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong pihak-pihak yang bertikai kembali berdialog dan mencari solusi politik atas konflik tersebut.
Di sisi lain, Herzog menyampaikan tanggapannya melalui unggahan di platform X. Dia mengaku senang dapat bertemu Wang dan menyebut pembicaraan mereka berfokus pada hubungan bilateral serta situasi di Timur Tengah.
"Saya menekankan keinginan Israel untuk mewujudkan perdamaian di kawasan ini, di tengah ancaman strategis terhadap keamanan kami—terutama yang berasal dari Iran beserta kelompok-kelompok proksi terorisnya," tulis Herzog.