AMSTERDAM, iNews.id – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memperpanjang larangan kegiatan publik termasuk olahraga profesional dan festival musik hingga 1 September. Sementara, pada saat yang sama Rutte mengatakan, perlambatan penyebaran virus corona akhir-akhir ini memungkinkan sekolah dasar dan pusat penitipan anak dibuka kembali pada 11 Mei.
Rutte mengatakan langkah-langkah pembatasan sosial diperlukan untuk mencegah gelombang baru kasus Covid-19. “Lebih baik berhati-hati sekarang daripada menyesal di kemudian hari,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi Belanda, Rabu (22/4/2020).
“Saya ingin mengatakan kita bisa melangkah lebih jauh. Tapi itu sangat menakutkan dan berbahaya. Kami melihat sedikit peningkatan dalam data, tetapi bayangkan bahwa kami akan melonggarkan beberapa langkah, kemudian menyebabkan virus memuncak lagi. Itu adalah sesuatu yang kami semua benar-benar tidak mau,” ujarnya menegaskan.
Kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Belanda bertambah 729 dalam 24 jam terakhir sehingga kini totalnya menjadi 34.134 kasus. Dari jumlah itu, ada 165 pasien meninggal dunia dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian akibat Covid-19 di Belanda mencapai 3.916 jiwa.
Rutte mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk melonggarkan langkah-langkah pembatasan secara pelan-pelan dalam menghadapi wabah virus corona. Pusat penitipan anak dan sekolah dasar akan diizinkan untuk dibuka kembali secara bertahap dengan pemberlakuan jaga jarak (physical distancing).
Sementara, restoran dan bar tetap ditutup selama tiga minggu hingga 19 Mei. Semua orang kecuali dokter dan perawat, pengemudi truk, petugas supermarket, dan petugas kebersihan diminta untuk bekerja dari rumah, jika memungkinkan.
Negara-negara di seluruh dunia kini sedang mempertimbangkan atau bahkan ada yang sudah mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan karantina wilayah. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan hal itu harus dilakukan secara perlahan.
Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com:2,5 Juta Orang Terinfeksi Virus Corona, Meninggal 177 Ribu