"Tapi, selamat untuknya," ujar Trump.
Trump kemudian menyatakan bahwa AS, yang diwakilinya sebagai presiden, seharusnya menerima penghargaan tersebut. Dia juga memperingatkan Norwegia akan menanggung konsekuensi reputasi akibat keputusan Komite Nobel.
"Amerika Serikat, yang diwakili oleh saya sebagai presiden, seharusnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian, namun tidak mendapatkannya. Dan ini merupakan kesalahan permanen bagi negara Norwegia," ucapnya.
Trump menuding reputasi Nobel Perdamaian telah tercoreng selamanya oleh segelintir orang yang disebutnya menganut ideologi radikal, anti-demokrasi, dan menjadi musuh peradaban.
"Kita tidak akan melupakan Norwegia," katanya, seraya menuduh negara tersebut telah memperlakukan AS secara tidak adil.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump kembali menyerang Pillay dengan menyinggung sikapnya terhadap Israel. Pillay sebelumnya memimpin komisi penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan praktik genosida di Jalur Gaza.