Dampak Perang Timur Tengah, Pakistan Tutup Sekolah hingga Berlakukan WFH bagi Karyawan

Anton Suhartono
Pakistan mengumumkan beberapa kebijakan untuk menghemat bahan bakar mimyak dan energi terkait dampak perang di Timur Tengah (Foto: Xinhua)

Sharif juga mengatakan, hanya 50 persen staf yang akan bekerja di kantor, kecuali untuk layanan penting. Sementara kantor-kantor pemerintah akan beroperasi 4 hari seminggu.

Pemerintah juga akan memangkas pengeluaran setiap departemen sebesar 20 persen, melarang pembelian kendaraan, pendingin udara, furnitur, serta membatasi perjalanan luar negeri bagi para menteri dan pejabat.

Perang AS-Israel versus Iran mengganggu pasokan energi, mendorong kenaikan tajam harga bahan bakar. Pakistan mengimpor sebagian besar kebutuhan energi.

"Untuk menstabilkan ekonomi, kami telah mengambil keputusan yang sulit," kata Sharif, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Senin (9/3/2026).

Dia menambahkan, pemerintah juga berusaha meminimalkan beban masyarakat meski tak memegang kendali atas penetapan harga bahan bakar global.

Pakistan pekan lalu menaikkan harga BBM jenis bensin dan solar sebesar 55 rupee per liter, kenaikan terbesar yang pernah tercatat, setelah pasar minyak global melonjak akibat konflik Timur Tengah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 jam lalu

Purbaya Ungkap Kuota BBM Subsidi Tak Ditambah, Fokus Penyaluran Tepat Sasaran 

7 jam lalu

Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah

8 jam lalu

Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS

10 jam lalu

Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal