Demo Rusuh London, PM Inggris: Massa Gunakan Bendera Nasional sebagai Kedok untuk Kekerasan

Anton Suhartono
PM Inggris Keir Starmer menegaskan kelompok sayap kanan menggunakan bendera nasional sebagai kedok untuk melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap minoritas (Foto: AP)

LONDON, iNews.id - Perdana Menteri InggrisKeir Starmer menyebut kelompok sayap kanan menggunakan bendera Inggris sebagai kedok untuk melakukan kekerasan dan intimidasi. Lebih dari 110.000 orang dari kelompok sayap kanan turun ke jalan pada Sabtu (13/9/2025) untuk menentang kebijakan imigran Starmer.

Unjuk rasa bertajuk Unite the Kingdom yang dimotori aktivis sayap kanan Tommy Robinson (Stephen Yaxley-Lennon)
itu berlangsung ricuh. Setidaknya 26 polisi luka dan 25 demonstran ditangkap dalam unjuk rasa tersebut.

Starmer juga menegaskan peerintahannya tidak akan menyerah dalam menghadapi demonstran sayap kanan yang anarkistis.

Menurut Starmer, Inggris menghargai penyampaian pendapat melalui demonstrasi dan menjadi nilai fundamental, namun dia mengutuk serangan terhadap polisi serta intimidasi terhadap kelompok-kelompok minoritas.

"Orang-orang memiliki hak untuk melakukan aksi protes damai. Itu adalah inti dari nilai-nilai yang dianut negara kita," katanya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 hari lalu

Prancis dan Kanada Ikut Tekan Israel, Netanyahu Siapkan Balasan Diplomatik

15 hari lalu

Bukan Cuma Tutup Konsulat, Israel Usir Diplomat Inggris dari Tepi Barat dalam 7 Hari

16 hari lalu

Israel Tutup Paksa Konsulat Inggris di Yerusalem Timur, Usir Diplomat

17 hari lalu

Jaguar Land Rover bakal PHK 4.000 Karyawan dalam 2 Tahun, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal