Rekaman dari fasilitas forensik Kahrizak, Provinsi Teheran, menunjukkan warga berdesakan mencari anggota keluarga mereka di antara ratusan jenazah. Media pemerintah mengklaim sebagian besar korban adalah warga biasa yang terbawa arus kerusuhan, bahkan disebut ada korban yang justru pro-pemerintah.
Otoritas Iran menegaskan demonstrasi mulai mereda setelah pemadaman internet nasional dan pengerahan besar-besaran pasukan keamanan. Jaksa Agung Iran memperingatkan, para pelaku kerusuhan dapat dijatuhi hukuman mati.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya menabur kekacauan di negaranya. Dia menyerukan masyarakat untuk menjauh dari perusuh dan teroris, sembari menjanjikan penguatan ekonomi guna meredam kemarahan publik.
Pemerintah Iran juga menetapkan masa berkabung nasional selama 3 hari untuk mengenang para korban, di tengah kekhawatiran dunia internasional atas eskalasi kekerasan yang kian mengancam stabilitas negara tersebut.