Deplu AS Setujui Penjualan Bom Pintar ke Arab Saudi Senilai Rp4.000 Triliun

Anton Suhartono
Deplu AS menyetujui penjualan 3.000 bom pintar ke Arab Saudi (Foto: Al Manar)

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan 3.000 bom pintar berpemandu presisi ke Arab Saudi senilai 290 miliar dolar atau sekitar Rp4.045 triliun.

Keputusan ini diambil di hari-hari terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump yang merupakan sekutu dekat Saudi. Namun berbeda dengan presiden terpilih Joe Biden yang berjanji menghentikan penjualan senjata ke Saudi dalam upaya mengakhiri perang Yaman yang memicu krisis kemanusiaan terburuk.

Pentagon menyatakan, paket tersebut mencakup 3.000 rudal GBU-39 Small Diameter Bomb I (SDB I), kontainer, peralatan pendukung, suku cadang, serta dukungan teknis lainnya.

"Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk menghadapi ancaman saat ini dan masa depan dengan meningkatkan persediaan amunisi udara ke darat jarak jauh," bunyi pernyataan Pentagon, dikutip dari Reuters, Rabu (30/12/2020). 

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Departemen Pertahanan telah memberi tahu kepada Kongres mengenai kemungkinan penjualan senjata pintar ini, Selasa (29/12/2020).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Malam Ini

57 tahun lalu

Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?

57 tahun lalu

Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal