Bukan hanya Ukraina yang mengalami guncangan ekonomi, Rusia pun mengalami hal serupa. Selama setahun berperang dengan Ukraina, PDB Moskow disebut mengalami penurunan hingga 5,6 persen. Angka tersebut bahkan jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan prediksi Bank Dunia sebesar 3,3 persen. Sebelumnya, pada tahun 2022 lalu PDB Rusia turun 2,2 persen. Prediksinya, kegiatan ekspor Rusia di tahun 2023 ini akan terus menurun, sementara nilai impor akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan bahwa negaranya akan memberikan paket bantuan terbaru ke Ukraina senilai 2,5 miliar dolar AS. Hal itu dia sampaikan melalui keterangan tertulis di laman resmi Departemen Luar Negeri AS pada 19 Januari 2023. Dengan begitu, total bantuan yang dikucurkan Washington DC kepada Kiev sejak agresi militer Rusia di Ukraina mencapai 27,5 miliar dolar AS (lebih dari Rp418 triliun). Amerika juga terus menyerukan negara-negara lain untuk selalu mendukung dan membantu Ukraina.
Sementara itu, dalam kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Ukraina pada 20 Februari 2023, Amerika Serikat menjanjikan akan kembali memberikan bantuan militer sebesar 500 juta dolar AS. Kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, Biden menyatakan akan membantu Ukraina terutama dari sisi peralatan militer. Hal itu memang sudah dilakukan sejak Rusia pertama kali menginvasi Ukraina, setahun yang lalu.