Di Bawah Tekanan Militer, Venezuela Dipaksa Buka Ladang Minyak untuk AS

Anton Suhartono
Kesepakatan ekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS menjadi sinyal Venezuela tak punya banyak pilihan selain menuruti tuntutan AS (Foto: Vantor via AP)

Blokade ekspor minyak yang diberlakukan AS sejak pertengahan Desember membuat jutaan barel minyak Venezuela tertahan di kapal tanker dan fasilitas penyimpanan. Kondisi tersebut memperparah krisis ekonomi Venezuela, sekaligus melemahkan posisi tawar pemerintah Caracas di tengah eskalasi konflik dengan Washington.

Tekanan AS memuncak pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu. 
Pemerintah Venezuela menyebut penangkapan tersebut sebagai penculikan dan menuding AS berupaya mencuri cadangan minyak nasional.

Menteri Energi AS Chris Wright ditunjuk oleh Trump untuk mengawasi langsung pelaksanaan ekspor. Minyak mentah akan diambil dari kapal-kapal yang sebelumnya tertahan dan dikirim langsung ke pelabuhan AS.

Sebagian besar kargo minyak tersebut awalnya dialokasikan untuk China, pembeli utama minyak Venezuela selama satu dekade terakhir. Namun, di bawah tekanan AS, Venezuela terpaksa mengalihkan pasokan tersebut, menandai pergeseran besar dalam peta ekspor energinya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Trump Murka Spanyol Tak Izinkan Pangkalannya Digunakan untuk Serang Iran

Nasional
7 jam lalu

Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Indonesia Tetap Siap Jadi Mediator

Internasional
19 jam lalu

Terungkap! Khamenei Tolak Pengawalan Khusus saat Terbunuh dalam Serangan AS-Israel

Nasional
20 jam lalu

Pemerintah Alihkan Impor Minyak ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal