Di Tengah Pandemi Covid-19, Kota Ini Masih Saja Gelar Festival Daging Anjing

Antara
Anjing-anjing di dalam kandang yang hendak digunakan dagingnya untuk dikonsumsi (ilustrasi). (Foto: AFP)

Virus corona—yang diyakini berasal dari kelelawar tapal kuda sebelum menular ke manusia di sebuah pasar di Kota Wuhan—telah memaksa China untuk meninjau kembali hubungan masyarakatnya dengan hewan. Negara itu telah berjanji untuk melarang perdagangan satwa liar.

Pada April, Shenzhen menjadi kota pertama di China yang melarang konsumsi daging anjing. Kota-kota lain diperkirakan akan menyusul keputusan itu.

Kementerian Pertanian China juga memutuskan untuk mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan dan bukan hewan ternak, meskipun masih belum jelas bagaimana klasifikasi ulang itu akan memengaruhi perdagangan di Yulin.

Aktivis hak-hak binatang yang ditemui di Yulin pada Sabtu (20/6/2020) lalu, Zhang Qianqian mengatakan, pelarangan festival daging anjing di kota itu hanya soal waktu. “Dari apa yang kami pahami berdasarkan percakapan kami dengan penjual daging, para pejabat pemerintah mengatakan bahwa konsumsi daging anjing tidak akan diizinkan di masa depan. Tetapi melarang konsumsi daging anjing akan sulit dan akan memakan waktu,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Viral, Influencer Cantik Ini Kena Tipu hingga Jadi Gelandangan di Kamboja

Internasional
3 hari lalu

Kecam Serangan AS ke Venezuela, China: Tak Satu Negara pun Boleh Jadi Polisi Dunia!

Destinasi
5 hari lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Internasional
5 hari lalu

Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal