Di Tengah Sanksi AS, Iran Berjuang Dapatkan Pasokan Obat dan Makanan

Nathania Riris Michico
Warga Iran berjalan di pusat Kota Teheran. (foto: AFP)

Dia juga menyoroti tingginya jumlah eksekusi di Iran, termasuk anak-anak, serta penganiayaan terhadap warga Arab Ahwaz, Turki Azerbaijan, Kurdi, dan kelompok agama dan etnis minoritas lainnya.

Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir multinasional 2015 dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi penuh terhadap negara itu tahun lalu. Hal itu sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" untuk mengubah perilaku elit penguasa Iran.

Perwakilan khusus pemerintahan Trump untuk Iran Brian Hook mengatakan bahwa makanan dan impor medis dibebaskan dari sanksi.

Namun, menurut Rehman, kurangnya akses ke pasar global menyebabkan Iran kekurangan sejumlah pasokan medis.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah menyampaikan keluhan tentang dampak kemanusiaan dari sanksi terhadap warga Iran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal