KAIRO, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Hamas diam-diam melakukan pembicaraan langsung di Mesir. Ini merupakan pertemuan pertama sejak gencatan senjata di Jalur Gaza berlaku pada 10 Oktober 2025.
Dua sumber pejabat Hamas mengatakan, perundingan langsung itu sebagai upaya untuk menyelamatkan kesepakatan damai usulan Presiden AS Donald Trump yang masih ringkih.
Delegasi yang dipimpin penasihat senior AS Aryeh Lightstone bertemu kepala negosiator Hamas Khalil Al Hayya di Kairo pada Selasa (14/4/2026) malam. Lightstone didampingi Nickolay Mladenov, perwakilan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Prsiden Donald Trump.
Pada kesempatan itu, Al Hayya mengatakan kepada Lightstone, perlunya mendesak Israel untuk melaksanakan sepenuhnya komitmen pada fase pertama perjanjian, termasuk penghentian serangan dan masuknya lebih banyak bantuan kemanusiaan. Dengan begitu kesepakatan damai bisa beralih ke fase berikutnya.
Gencatan senjata pada Oktober 2025 mengakhiri perang 2 tahun di Gaza, namun gagal menjawab pertanyaan substantif tentang masa depan wilayah kantong tersebut.