Diancam Sanksi Internasional, Militer Myanmar: Kami Sudah Terbiasa dan Bisa Selamat

Anton Suhartono
Militer Myanmar menegaskan siap dijatuhi sanksi internasional terkait kudeta (Foto: Reuters)

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa, telah atau sedang mempertimbangkan sanksi untuk menekan militer dan sekutu bisnisnya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi serta pejabat dan politisi partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). 

NLD memenangkan pemilu pada November 2020 dengan perolehan suara telak, namun dituduh melakukan kecurangan. Komisi pemilihan menegaskan tak ada kecurangan masif yang bisa memengaruhi perolehan suara.

Sementara itu demonstrasi anti-kudeta Myanmar terus memakan korban jiwa. Dalam unjuk rasa pada Rabu, 38 demonstran tewas ditembak aparat keamanan di berbagai kota, sehingga jumlah total nyawa yang melayang sejak kudeta 1 Februari mencapai 59 orang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Megapolitan
9 hari lalu

Ini Sanksi bagi Parpol yang Langgar Pemasangan Atribut di 15 Ruas Jalan Jakarta

Internasional
16 hari lalu

Amerika Ingin Rebut Minyak, Venezuela Minta Pertemuan Darurat Dewan Keamanan PBB

Nasional
16 hari lalu

UU Peradilan Militer Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal