Dibayar Berapa pun, Palestina Akan Menolak Usul Kesepakatan Damai dari AS

Anton Suhartono
Riyad Al Maliki (Foto: AFP)

Para pejabat Palestina mengenyampingkan peran AS sebagai negosiator pembicaraan damai setelah pemerintahan Presiden Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017. AS telah berpihak kepada Israel sehingga tak layak menjadi penengah.

"Ketika AS, sebelum mengumumkan rencananya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengklaim mereka berhak mengambil keputusan berdaulat yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB serta berpura-pura tidak memiliki implikasi pada perdamaian, tidak mungkin ada keyakinan upaya (damai) seperti itu," kata Maliki.

Jared Kushner, menantu dan penasihat khusus Trump, mengatakan rencana perdamaian yang dipimpinnya akan dirilis pada Juni atau setelah Ramadan berakhir.

Maliki mengatakan ada lebih dari 600.000 pemukim Israel yang saat ini tinggal di daerah pendudukan Tepi Barat. Itu mengindikasikan bahwa Israel berniat mencaplok wilayah Palestina.

Lebih jauh dia menegaskan sikap Palestina tetap mempertahankan solusi dua negara sebagai jawaban atas konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini.

"Terlepas dari ketidakadilan yang sedang berlangsung ini, kami berkomitmen untuk perdamaian dan aturan hukum internasional. Mengapa, karena itu adalah satu-satunya jalan ke depan," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
55 menit lalu

9 WNI Ditangkap Israel, RI Minta Bantuan Yordania hingga Turki untuk Pembebasan

Internasional
2 jam lalu

87 Aktivis Global Sumud Flotilla Mogok Makan di Penjara Israel, Ini Tuntutannya

Buletin
4 jam lalu

Video Baru Hizbullah: Rudal dan Drone Kamikaze Lumpuhkan Tank Merkava Israel

Internasional
6 jam lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal