Serangan tersebut juga memaksa penghentian sementara operasional bandara.
Meski demikian, perhelatan World Petroleum Congress (Kongres Perminyakan Dunia) tetap berlangsung di Riyadh dan dibuka pada Minggu (11/10/2026). Arab Saudi menjadi tuan rumah untuk pertama kali, dengan rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada Kamis mendatang.
Al Dosari juga menyoroti perubahan yang sedang berlangsung di ibu kota tersebut.
"Riyadh saat ini adalah salah satu kota yang transformasinya dapat Anda lihat dengan sangat jelas, saat melintasi jalan-jalannya: mulai dari transportasi, perluasan kawasan perkotaan, dan pertumbuhan proyek, hingga eksistensi globalnya sebagai pusat bisnis, investasi, dan pengambilan keputusan," ujarnya.
Sejak 5 Oktober, lima bandara di Arab Saudi menjadi sasaran 10 serangan kelompok Houthi, menewaskan 20 orang dan melukai ratusan lainnya.
Serangan-serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan material dan mengganggu lalu lintas udara.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah eskalasi militer yang terus berlanjut antara Arab Saudi dan Houthi sejak Juli, termasuk serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil dan energi.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam melawan Houthi sejak Maret 2015. Kelompok pemberontak tersebut menguasai ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi sejak September 2014.