“Tujuan kita dalam (misi) Global Sumud Flotilla adalah bertindak saat pemerintahan kita gagal memenuhi kewajiban hukum mereka,” ujar perempuan 22 tahun itu, menegaskan.
Thunberg tak mengomentari perlakuan tentara Israel terhadapnya saat ditahan. Sebelumnya Kedubes Swedia mengirim email mengenai penyiksaan itu sebagaimana dikisahkan Thunberg saat dirinya dikunjungi oleh petugas misi diplomatik Swedia di Tel Aviv.
Penganiayaan itu diperkuat oleh kesaksian jurnalis Turki yang juga peserta GSF lainnya, Ersin Celik, yang mengatakan Thunberg dijambak, diseret, dan dipaksa mencium bendera Israel.
Selain Thunberg, seorang anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan juga tiba di Athena. Dia mengakui dipukul oleh polisi Israel.
"Saya dipukuli oleh dua petugas kepolisian saat mereka memasukkan saya ke dalam mobil van," katanya.