“Ini bukan sekadar candaan, ini ujaran kebencian yang berbahaya dan mempermalukan mereka yang jadi korban diskriminasi sejak lama,” tuturnya lagi.
Mamdani: Kami Tidak Akan Diam
Dalam pidatonya di luar sebuah masjid di Bronx, Jumat pekan lalu, Mamdani menanggapi serangan tersebut dengan nada tegas namun menahan emosi.
Dia menilai tindakan Cuomo dan Rosenberg sebagai bentuk nyata Islamofobia politik yang terus menghantui Muslim di Amerika.
“Menjadi Muslim di New York berarti menghadapi penghinaan,” ujar Mamdani. Tapi kami tidak akan diam. Kami telah belajar untuk menolak rasa takut dan menggantinya dengan kekuatan,” tuturnya.
Lawan Politik Manfaatkan Isu Agama
Serangan di radio itu bukan satu-satunya. Mamdani juga difitnah oleh calon dari Partai Republik Curtis Sliwa, yang menyebutnya sebagai “pendukung jihad global” dalam debat terbuka.
Selain itu, sebuah iklan politik dari Super PAC bahkan menggambarkannya secara karikatural sebagai “teroris.”
Pengamat politik menilai serangan beruntun itu mencerminkan ketakutan sebagian elite politik terhadap kebangkitan pemimpin Muslim progresif di panggung politik Amerika.