Namun, Trump menolak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis atau sifat ancaman yang diterimanya. Dia juga tidak menjelaskan secara rinci mengapa dirinya dianggap berada dalam risiko lebih besar dibandingkan penumpang lain yang tetap berada di Air Force One.
"Saya tidak tahu, saya kira sebenarnya pesawat yang saya tumpangi berada dalam risiko lebih besar," kata Trump.
Pemindahan Trump berlangsung secara sangat rahasia. Hanya segelintir pejabat dan staf yang mengetahui bahwa presiden turun dari Air Force One lama dengan kelir biru-putih dan dipindahkan ke pesawat lain.
Bahkan, para jurnalis yang berada di dalam pesawat diminta menutup jendela sehingga tidak dapat melihat aktivitas di luar pesawat.
Trump kemudian dipindahkan menggunakan mobil katering yang biasanya digunakan untuk memasok makanan dan kebutuhan lainnya ke pesawat kepresidenan. Dari sana, dia dibawa menuju pesawat militer C-32A milik Angkatan Udara AS.
Sesampainya di pangkalan udara Inggris, Trump kembali dipindahkan ke Air Force One. Dia masuk ke pesawat tersebut tanpa diketahui banyak orang sebelum melanjutkan perjalanan.