Diguncang Demonstrasi Besar, Ada Apa dengan Iran?

Anton Suhartono
aksi demonstrasi di Iran (Foto: Anadolu)

Lalu pada Minggu 31 Desember, pemerintah membatasi akses ke media sosial seperti Instagram dan Telegram.

Menanggapi tuntutan dari para demonstran, pemerintah memahami kondisi perekonomian yang melemah, namun meminta warga menyudahi aksi.

“Semua indakator ekonomi di negara ini baik. Memang ada kenaikan harga pada beberapa produk dan pemerintah sedang berusaha mengatasi ini,” kata Wakil Presiden Iran, Eshaq Jahangiri.

Sementara itu para demonstran yang merusak fasilitas publik diancam dengan hukuman berat.

“Siapa saja yang merusak fasiltias umum, mengganggu ketertiban, dan melanggar hukum harus bertanggung jawab dan menanggung akibatnya,” kata Menteri Dalam Negeri Abdolrahman Rahmani Fazli.

Presiden Hassan Rouhani mengungkan warga berhak berdemonstrasi tapi tidak boleh berbuat kekerasan.

“Masyarakat bebas mengekspresikan sikap kritis mereka dan melakukan protes. Tapi kita harus memperhatikan adab dari sikap kritis dan protes itu. Demonstrasi harus dilakukan dengan cara yang benar sehingga akan mengarah kepada perbaikan masyarakat dan negara,” katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal