Pernyataan tersebut sekaligus membantah laporan media oposisi Iran yang sebelumnya mengeklaim Pezeshkian telah beberapa kali mengajukan surat pengunduran diri kepada Mojtaba Khamenei.
Isu tersebut mencuat di tengah ketegangan politik dan keamanan yang masih membayangi Iran. Pemerintah Teheran terus menghadapi tekanan setelah konflik berkepanjangan dengan AS dan Israel.
Iran diketahui terlibat konflik dengan AS dan Israel sejak 28 Februari. Sejak saat itu, hubungan kedua negara mengalami pasang-surut yang ditandai dengan beberapa kali gencatan senjata yang hanya menghentikan pertempuran sementara, bukan mengakhiri konflik secara permanen.
Pada April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata. Kedua negara kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan pada Juni dengan tujuan mengakhiri konflik.
Namun, kesepakatan tersebut akhirnya runtuh pada awal Juli setelah kedua pihak kembali saling menyerang. Perselisihan mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz menjadi pemicu memanasnya kembali hubungan antara Washington dan Teheran.