Dijarah Pencuri dan Dihancurkan Jihadis, Kini Perubahan Iklim Jadi Ancaman Baru 'Harta Karun' Afghanistan

Nathania Riris Michico
Tebing indah di Lembah Bamiyan. (FOTO: AFP)

"Tidak ada manfaatnya jika orang hanya melihat (situs) ini tanpa mendapat informasi," kata Ali Reza Mushfiq, Direktur Departemen Arkeologi di Universitas Bamiyan, seraya mengeluh bahwa kelangkaan dana membuat banyak orang menjadi ‘buta'.

Termasuk siswa-siswa yang tidak memiliki akses ke buku-buku.

Banyak penjarah

Arkeolog itu mengakui bahwa "erosi meningkat", tetapi dia percaya bahaya sebenarnya berasal dari pengaruh manusia di lokasi, termasuk para penjarah, yang merajalela di Afghanistan.

Benteng Shar-e Gholghola dan lokasi-lokasi utama lainnya sekarang dijaga agar terlindung dari masalah-masalah seperti itu.

"Kita harus memulai pelatihan bagi masyarakat setempat untuk mengajari mereka agar tidak menghancurkan situs itu," kata Mushfiq, sambil menambahkan beberapa warga terus menyimpan makanan dan memelihara ternak di situs bersejarah.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Destinasi
24 hari lalu

5 Rekomendasi Objek Wisata Ramah Anak di Jakarta, Cocok untuk Libur Nataru 2025!

Internasional
1 bulan lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Internasional
1 bulan lalu

Imigran Afghan Pelaku Penembakan Tentara Garda Nasional AS Mantan Pekerja CIA, Apa Motifnya? 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal