Dijatuhi Sanksi PBB terkait Nuklir, Iran Akan Balas Dendam

Anton Suhartono
Iran mengecam keras sanksi PBB yang dijatuhkan kembali kepada negaranya terkait program nuklir (Foto: AP)

E3 pada 28 Agustus lalu mengajukan kepada Dewan Keamanan PBB dimulainya mekanisme untuk memulihkan kembali sanksi internasional terhadap Iran yang sempat dicabut pada 2015 berdasarkan kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Dewan Keamanan PBB pada Jumat lalu menolak resolusi yang diusulkan Rusia dan China untuk memperpanjang Resolusi 2231 mengenai kesepakatan nuklir Iran yang berarti menunda pencabutan sanksi terhadap Iran.

Rusia tidak mengakui penerapan sanksi oleh E3 terhadap Iran dan tetap akan menjalankan berbagai kerja sama.

JCPOA merupakan kesepakatan pengendalian nuklir Iran yang diteken pada 2015. Imbalan yang didapat Iran kerena menaati JCPOA adalah pencabutan sanksi internasional.

JCPOA diteken oleh Inggris,, Jerman, Prancis, AS, China, dan Rusia. Namun AS keluar dari kesepakatan itu pada Mei 2018, di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, disertai dengan menerapkan kembali sanksi yang memukul perekonomian Iran.

Sebagai respons, Iran memangkas komitmennya pada JCPOA yakni tidak lagi taat pada penelitian nuklir serta tingkat pengayaan uranium. Iran meningkatkan pengayaan level kemurnian uranium menjadi 60 persen dari yang ditentukan dalam JCPOA yakni 3 persen. Tindakan Iran itu dicurugai oleh negara-negara Barat sebagai upaya untuk membuat senjata nuklir.

Tuduhan itu dibantah Iran seraya menegaskan, program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil, bukan militer.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Tabrakkan Mobil ke Parade LGBT di Berlin Jerman, Pelaku Ditembak Mati

12 jam lalu

AS dan Iran Hentikan Serangan 2 Hari setelah 13 Hari Saling Gempur, Isyarat Gencatan Senjata?

15 jam lalu

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Hari Ini Ditutup Turun ke Rp18.009 per Dolar AS

2 hari lalu

Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal