Sebelumnya Trump melalui akun Truth Social menyatakan para pemimpin Iran terlalu lama bernegosiasi tanpa mencapai kesepakatan. Dia juga mengancam akan memperluas serangan dengan menargetkan infrastruktur penting, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kemudian menegaskan bahwa bom akan dijatuhkan ke fasilitas-fasilitas penting di Iran. Menurut dia, Teheran telah diberi kesempatan untuk mencapai kesepakatan namun gagal memanfaatkannya.
Hegseth menambahkan, Trump telah memerintahkan serangan lanjutan apabila tidak ada kesepakatan damai yang tercapai antara kedua negara.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak tekanan tersebut dan menegaskan negaranya tidak akan menyerah terhadap ancaman apa pun.
"(Iran) akan tetap teguh melawan tekanan atau ancaman apa pun," ujar Pezeshkian.
Sikap serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran yang menuding AS telah merusak proses diplomatik melalui pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan. Ketegangan yang terus meningkat itu kini memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan pasokan energi global yang melintasi Selat Hormuz.