Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

Anton Suhartono
China membantah tuduhan Donald Trump bahwa negaranya mengintervensi Pilpres AS 2020 (Foto: Kemlu China)

Trump menuduh China memperoleh 220 juta berkas pemilih AS seraya menyebutnya sebagai skandal data pemilihan terbesar dalam sejarah.

Dia mengaku telah mendapat data dari badan intelijen CIA dan NSA. Data tersebut kini telah dideklasifikasi sehingga tertbuka untuk umum.

Mengutip laporan CIA, Trump mengatakan pada pertengahan 2018, selama masa jabatan pertamanya, kebijakan Partai Komunis China adalah "memanfaatkan semua elemen dalam negeri dan asing" yang menentang dirinya. Tujuannya adalah mengurangi jumlah suara Pilpres 2020, membuatnya mengundurkan diri, atau mencegah terpilih kembali sebagai presiden.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Terpidana Nidal Hasan

7 jam lalu

Ngeri! AS Dilaporkan Bakal Gunakan Amunisi "Ibu dari Segala Bom" Serang Iran

2 jam lalu

Digunakan Saudi Tangkis Serangan Houthi, Ini Kelebihan dan Kekurangan Rudal Patriot

16 jam lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal