Duh! Ilmuwan Sebut 2023 Tahun Terpanas dalam 125 Milenium Terakhir

Ahmad Islamy Jamil
2023 menjadi tahun terpanas dalam sejarah 125.000 tahun terakhir (ilustrasi). (Foto: Ist.)

Perubahan iklim memicu hal-hal ekstrem yang semakin merusak. Tahun ini, bencana tersebut menyebabkan kerusakan besar seperti banjir yang menewaskan ribuan orang di Libya. SElain itu ada lagi gelombang panas parah di Amerika Selatan, dan musim kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Kanada.

“Kita tidak boleh membiarkan banjir dahsyat, kebakaran hutan, badai, dan gelombang panas yang terjadi tahun ini menjadi hal yang biasa,” kata ilmuwan iklim di Universitas Leeds, Piers Forster.

“Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca secara cepat selama dekade berikutnya, kita dapat mengurangi separuh laju pemanasan,” ujarnya.

Meskipun negara-negara menetapkan target yang semakin ambisius untuk mengurangi emisi secara bertahap, sejauh ini hal tersebut belum terwujud. Emisi CO2 global bahkan mencapai rekor tertinggi pada 2022.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 jam lalu

Pemulihan Pascabencana Aceh, Fasilitas Umum di 16 Desa Dibersihkan dari Materiel Banjir

2 hari lalu

Banjir Lumpur Susulan Terjang Aceh, Mendagri Tito Karnavian Duga Infrastruktur Kritis Rusak

1 hari lalu

Proyek Tanggul Kali Angke Jakbar Capai 90 Persen, Pramono Yakin Bisa Kurangi Banjir

4 hari lalu

Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, 2 Pengunjung Hilang dan 21 Orang Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal